Home

Main Menu
Pengajaran
Research Group
Tautan
Alamat
Address:
Jl. Ganesha No. 10
Gedung CAS Lantai 6
Bandung 40132
Jawa Barat
Indonesia

E-mail: administration[at]as.itb.ac.id
Telephone: +62-22-2511576
Fax: +62-22-2509170

Asteroid Day
Selasa, 16 Agustus 2016 01:52

ASTEROID DAY

 

Selasa 16 Agustus 2016

Pkl 09.00 s.d. 15.00 WIB

- Paparan - R. Seminar
- Poster - R. AS-3
- Aktivitas paper-craft - R. AS-4

PRODI ASTRONOMI FMIPA ITB

Gedung CAS, Lt. 6

 


 
Kolokium
Rabu, 27 Juli 2016 06:00

PENGUMUMAN KOLOKIUM

 

Rilis Pertama Data Satelit GAIA

Dr. Tri Laksmana

Rabu, 27 Juli 2016, 13.30-15.00

Prodi Astronomi, Gd. CAS Lt.6

 

 
DISKUSI ASTROBIOLOGI: Kolaborasi Dua Himpunan
Sabtu, 03 Oktober 2015 07:06

Bagaimanakah asal usul makhluk hidup di Bumi? Dapatkah makhluk hidup bertahan pada kondisi yang sangat ekstrem? Apakah hanya Bumi yang dapat dihuni oleh makhluk hidup? Adakah planet mirip Bumi di luar Tata Surya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut membangkitkan dua himpunan mahasiswa di Institut Teknologi Bandung untuk menyelenggarakan sebuah kajian mengenai kehidupan di luar Bumi. Melalui kegiatan ‘Astrobiology Discussion’, Himastron ITB (Himpunan Mahasiswa Astronomi ITB) dan Himamikro ‘Archaea’ ITB (Himpunan Mahasiswa Mikrobiologi ITB) bekerja sama dalam mengkaji pertanyaan-pertanyaan itu. Acara tersebut diselenggarakan pada hari Kamis, 10 September 2015 pukul 18.30 WIB di Labtek Biru Ruang 440. Tidak hanya anggota dari kedua himpunan saja yang mengikuti acara tersebut, tetapi juga khalayak umum.

Acara ini menghadirkan pembicara terbaik dari masing-masing himpunan. Himastron ITB menyediakan dua pembicara yang memiliki minat lebih pada Astrobiologi, yaitu Muhammad Bayu Saputra (Bayu) dan Fadli Maulana Nugraha (Fadli) yang merupakan mahasiswa Astronomi angkatan 2012. Bayu menjelaskan tentang asal-usul kehidupan di Bumi, apakah kehidupan muncul begitu saja atau ada faktor lain sebagai pendukung? Lingkungan di satelit milik Jupiter dan milik Saturnus juga ikut dibahas di dalamnya. Selanjutnya Fadli memaparkan mengenai extremophile secara umum. Exremophile adalah makhluk hidup yang dapat bertahan di tempat-tempat ekstrem, seperti di tempat yang sangat panas, sangat asam, sangat dingin atau ekstrem lainnya. Ternyata, terdapat juga extremophile yang bisa bertahan di berbagai tempat ekstrem, tidak hanya di satu jenis tempat ekstrem saja. Extremophile demikian disebut dengan poliextremophile , dan salah satu contoh adalah ‘Tardigrada’. Masuk ke lingkup Astronomi kembali, Fadli pun menambahkan eksoplanet unik yang telah ditemukan, misalnya Planet Kepler-16 b yang memiliki dua ‘Matahari’, sehingga jika kita berada di sana, maka terbentuk dua bayangan. Ada juga Planet PSO J318.5-22 yang tidak memiliki ‘Matahari’ sama sekali sehingga kehidupan di sana adalah kehidupan malam yang terus menerus. Banyak lagi contoh eksoplanet lain.

Antusias peserta terlihat dari sesi pertama tanya jawab yang dibanjiri pertanyaan untuk pemateri. Tidak hanya pemateri yang menjawab dengan memuaskan, peserta pun dipersilakan turut serta menyampaikan pendapatnya. Diskusi berjalan mulus ditangani oleh moderator yang tak kalah hebatnya dari Himamikro ITB. Dua pemateri dari Himamikro ITB kemudian memberikan penjelasan lebih dalam mengenai bakteri dan seluk beluknya. Penelitian dalam astrobiologi yang dilakukan oleh bidang keilmuan mikrobiologi antara lain adalah mencari pengaruh mikrogravitasi dan radiasi sinar kosmis terhadap pertumbuhan dan kebertahanan mikroba. Pada sesi terakhir, diadakan tanya jawab bebas yang dikendalikan oleh moderator. Ada pula peserta dari jurusan Fisika yang bertanya pada sesi tersebut.

Dari acara ini diharapkan diterbitkan publikasi ilmiah yang diperuntukkan bagi masyarakat awam. Di akhir sesi, diadakan foto bersama bagi peserta acara ini. (WSF)



 
Seabad Teori Relativitas Umum Einstein
Senin, 31 Agustus 2015 04:53

" Semarak Perayaan Seabad Teori Relativitas Umum Einstein "

Pada hari Senin, 24 Agustus 2015, Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung bekerja sama dengan Himpunan Astronomi Indonesia menyelenggarakan acara perayaan ‘Seabad Teori Relatvitas Umum Einstein dan International Years of Light 2015’ di gedung Auditorium Iptek Campus Center Timur ITB. “Acara ini lebih ke arah perayaan, bukan peringatan,” ujar Premana W. Premadi, Ph.D. , yang akrab disapa Nana, salah seorang dosen pada prodi Astronomi – ITB saat memberikan sepatah dua patah kata sambutan. Antusiasme tinggi dari para peserta terlihat dari jumlah kursi tambahan yang hampir terisi penuh. Auditorium yang semula diisi oleh seratus kursi lipat permanen, hari itu diberi tambahan kursi di tempat yang masih kosong. Walaupun tanpa biaya masuk, makanan ringan dan makan siang disediakan oleh panitia.

Lima orang pembicara mengisi acara ini dengan berbagai materi. Pemateri pertama adalah Profesor Toshifumi Futamase dari Tohoku University, Jepang. Beliau menjelaskan tentang teori relativitas umum dan batasan penggunaannya. Premana W. Premadi, Ph.D. melanjutkan materi tentang teori relativitas umum dalam sudut pandang kosmologi modern, di sini peserta diajak berkenalan lebih jauh dengan alam semesta. Pemateri ketiga adalah Dr. rer. nat. Hesti Retno Tri Wulandari, M.Sc. yang menyampaikan dualisme cahaya, yaitu cahaya sebagai partikel dan cahaya sebagai gelombang, yang membahas beragam jenis partikel. Salah satu topik bahasan adalah partikel Higgs Boson yang menjadi heboh di kalangan saintis beberapa tahun belakangan. Astrofisika energi tinggi dalam teori relativitas umum ikut digali oleh Dr. Kiki Vierdayanti, M.Sc. melalui penjelasan black hole, baik yang bermassa kecil seukuran bintang, mau pun super massive black hole. Pemateri terakhir adalah Prof. Taufiq Hidayat, Ph.D. Beliau menjabarkan aplikasi teori relativitas umum yang tanpa kita sadari selalu dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak pernah sadar bahwa GPS yang digunakan dalam smartphone merupakan salah satu aplikasi dari teori relativitas umum.

Sebagai penutup, Profesor Futamase kembali memberikan ceramah tentang alam semesta dan teori relativitas umum. Pada segmen tersebut, Profesor Futamase memaparkan kosmologi lebih dalam, dan pembahasan meliputi persamaan Friedmann, teori inflasi, hingga teori superstring yang memungkinkan alam semesta ini berdimensi sepuluh, bahkan sebelas. Sesi tanya jawab pun disediakan bagi peserta yang masih ingin mengetahui lebih jauh.

Rafif, peraih medali emas dalam ajang International Olympiad on Astronomy and Astrophysics 2015, juga turut menjadi peserta seminar. “Keren banget! Pembicaranya berkualitas, materinya menarik, dan tempatnya juga nyaman, dapat makanan pula,” ujar Rafif.

Setelah seminar ini, Profesor Futamase juga mengadakan Kuliah Umum yang berjudul Observational Cosmology: Dark Matter and Dark Energy sebagai lanjutan dari seminarnya. Kuliah diadakan di gedung Program Studi Astronomi, Labtek 3 lantai 4 di ITB, pada Selasa 25 Agustus 2015 pukul 11.00 sampai 13.00, hari Rabu 26 Agustus 2015 pukul 08.00 sampai 13.00 WIB, dan hari Kamis 27 Agustus 2015 pukul 08.00 sampai 13.00 WIB. (WSF)

 

 
« MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir »

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomfish System Plugin not enabled

Latest News

feed-image Feed Entries

Agenda Terbaru

No events