|
Alamat |
|
 |
Jl. Ganesha No. 10 Labtek III, Lantai IV |
| Bandung 40132 |
| Jawa Barat |
| Indonesia |
 |
administration[at]as.itb.ac.id |
 |
+62-22-2511576 |
 |
+62-22-2509170 |
|
|
|
|
Thursday, 21 February 2013 09:42 |
|
Prof. Shin Mineshige (Kyoto University) akan memberikan kolokium dan rangkaian kuliah di Prodi Astronomi ITB
1. Kolokium
Waktu: Jumat, 1 Maret 2013, pukul 1330 - 1430 WIB Judul: "Clumpy outflow from supercritical accretion flow" Abstrak Ringkas:
By means of global radiation-magnetohydrodynamic simulations of supercritical (or super-Eddington) accretion flow onto black holes we study how significant amount of material escape from the system in a form of disk wind due to strong radiation-pressure force. We find quite generally that such outflow has clumpy structure. This may explain time variability of luminous AGNs (Active Galactic Nuclei).
2. Rangkaian Kuliah
Jadwal:
- Rabu, 27 Februari 2013 pukul 1400-1600 WIB
- Jumat, 01 Maret pukul 0900-1100 WIB
- Senin, 04 Maret pukul 0900-1100 WIB
Tempat: Ruang Seminar 2 Astronomi Summary:
Basic physics of accretion processes onto compact objects is overviewed. The subjects include structure and evolution of compact objects, binary systems, and accretion flow. Special attention will paid on the connection between basic theory and multi-wavelength observations.
Kolokium dan rangkaian kuliah terbuka untuk umum dan gratis. |
|
Monday, 18 June 2012 05:48 |
|
Pada periode 5 Desember 2011 – 24 Februari 2012 yang lalu, alumni S1 Program Studi Astronomi ITB, Janette Suherli berkesempatan untuk mengikuti program Student Fellowship di Australian Astronomical Observatory (AAO), Sydney, Australia. Program tersebut setiap periodenya menerima hanya dua sampai tiga peserta bidang Astronomi dan tiga peserta bidang teknik dari seluruh dunia. Pada kesempatan tersebut, Janette terpilih menjadi wakil Indonesia, bersama dengan Kieran Leschinski dari Australia dan Adam Stevens dari Selandia Baru untuk bidang Astronomi.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi sarjana Astronomi dan teknik untuk memiliki pengalaman riset bersama dengan orang-orang terbaik AAO. Selama tiga bulan, masing-masing peserta dengan pembimbing yang berbeda, mengerjakan topik riset yang berbeda pula.
Janette di bawah bimbingan Dr. Chris Lidman dan Dr. Sarah Brough melakukan riset mengenai brightest cluster galaxies (BCGs) di gugus-gugus galaksi jauh. Teori yang ada menyatakan bahwa galaksi yang ada sekarang berawal dari fluktuasi kecil pada kumpulan materi dan terus bertambah massa bintangnya seiring waktu dan massa bintang pada BCGs berevolusi secara signifikan. Model ini telah sukses selama ini memprediksi berbagai sifat galaksi yang diamati di alam semesta. Akan tetapi, dari hasil berbagai pengamatan, pertumbuhan massa pada BCGs tergolong sangat kecil dan tidak sesuai dengan model yang berlaku. Oleh karena itu, riset ini dilakukan untuk memberikan kejelasan pada model serta menambah sampel data untuk galaksi-galaksi dengan redshift tinggi (berjarak jauh dari Bumi).
Selama program, peserta dituntut untuk mahir menggunakan bahasa pemrograman python dalam sistem operasi Linux. Dalam risetnya, Janette banyak membuat script dalam python untuk pengolahan data dan analisis. Selain itu, digunakan juga program Source Extractor (SExtractor) untuk mengolah citra gugus galaksi yang ada. Hasil dari riset ini akan dipublikasikan pada jurnal Astronomi internasional pada pertengahan tahun 2012 yang akan datang. [JS] |
|
Friday, 24 February 2012 10:44 |
|
Sabtu (18/02) lalu sekitar pukul 09:20 WIB, diadakan pelatihan image processing atau pemrosesan citra di Wisma Kerkhoven, Observatorium Bosscha (Lembang). Pelatihan ini adalah tahap kedua dari pelatihan yang diadakan pada hari yang sama, dua minggu sebelumnya.
Dinamakan dengan embel-embel ‘for nerds and dummies’ karena acara ini tidak terlepas dari mahasiswa beserta keluarga besar Astronomi ITB, yang terdiri dari berbagai latar belakang tingkatan pendidikan. Latar belakang inilah yang menjadi sebuah tantangan dalam pelaksanaannya; bagaimana caranya kita dapat menyatukan pandangan dummies dengan nerds.
Tujuan awal pelatihan yang sudah direncanakan sejak lama ini semata-mata adalah untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Dilatarbelakangi oleh keinginan untuk meningkatkan layanan kegiatan pendidikan di Observatorium Bosscha,” ujar Muhammad Yusuf, yang ditemui setelah pelatihan berakhir, “kita ingin mengajak elemen mahasiswa yang—masih ada di antaranya—kurang mendapatkan kegiatan tambahan, terutama yang bertujuan untuk menunjang keprofesian.”
“Kalau sudah aktif kembali, kita ingin meningkatkan kegiatan penelitian—yang merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi—menjadi sebuah kultur dan atmosfer berkelanjutan di Observatorium Bosscha, yang selama ini telah terbina dengan baik. Dengan terciptanya suasana nyaman dan kondusif, kegiatan ini akan menunjang penerapan perkuliahan dan membagi pengetahuan, dengan harapan bahwa wawasan anggota forum meningkat,” lanjutnya. “Image processing sendiri dipilih sebagai topik karena merupakan hal yang krusial dalam astronomi.”
Pelatihan yang direncanakan dilakukan dua minggu sekali ini sebenarnya masih mencari bentuk tetap untuk ke depannya. Jika dibutuhkan, mungkin akan ada satu pertemuan yang isinya pengamatan untuk mengambil data yang akan diproses. Selain itu, pengaturan jadwalnya juga menjadi tantangan sendiri, mengingat kegiatan mahasiswa yang masih cukup padat.
Peserta pelatihan ini sendiri mengakui merasa senang dengan adanya kegiatan-kegiatan serupa. Banyak yang merasa pemrosesan citra menggunakan IRAF merupakan kegiatan refreshing tersendiri. “Kita bisa mengulik-ngulik dan belajar banyak hal baru,” ujar Retno Dyah Hapsari, salah satu peserta pelatihan, yang diamini oleh salah satu rekannya, Afidah Dzikra. Lain lagi dengan Gerhana Puan, salah satu peserta pelatihan lainnya, yang mengaku mengikuti pelatihan untuk belajar mengenai PSF, atau point spread function.
“Yang penting orang datang, berkumpul, ngobrol, senang, dan merasa nyaman. Sesuatu yang berhubungan dengan keprofesian, toh, tidak harus dimulai dengan sesuatu yang ‘wah’,” tambah Agus Triono PJ, mengakhiri pembicaraan kali itu. [hre] |
|
Tuesday, 21 February 2012 10:05 |
|
Program Studi Astronomi ITB dan Kelompok Keahlian/Keilmuan Astronomi ITB akan menyelenggarakan beberapa kegiatan akademik & kolokium:
1. Ujian Proposal Tesis Magister
Nama/NIM: Eddy Susianto / 20310002 Judul: Model Pembelajaran Astronomi pada Program Dildat Pembelajaran Astronomi bagi Guru Fisika SMP di PPPPTK IPA Pembimbing: Dr. Premana W. Premadi Penguji: Dr. Dhani Herdiwijaya, Dr. Budi Dermawan, Dr. Kiki Vierdayanti Hari/Tanggal: Jum'at, 24 Februari 2012 Pukul: 13:15 - 14:00 WIB Tempat: Ruang Seminar 2 Program Studi Astronomi ITB
Peminat kegiatan diundang untuk menghadiri Ujian Proposal Tesis Magister tersebut di atas.
2. Sidang Calon Sarjana Astronomi ITB
Nama/NIM: Eko Wiyando Putra / 10307015 Judul: Pengukuran Seeing Menggunakan Metode Differential Image Motion Monitor Pembimbing: Dr. Mahasena Putra Hari/Tanggal: Jum'at, 24 Februari 2012 Pukul: 14:00-15:00 WIB Tempat: Ruang Seminar Program Studi Astronorni ITB
Sidang ini wajib dihadiri oleh semua peserta kuliah AS4190, AS4191, AS4291 dan AS4292, serta terbuka bagi yang berminat.
3. Kolokium Astronomi
Pembicara: Dr. Taufiq Hidayat Judul: Belajar Dari ALMA Cycle 0 Hari/Tanggal: Jumat, 24 Februari 2012 Pukul: 15:15-16:15 WIB. Tempat: R. Seminar 2 Prodi Astronomi

Atas perhatian, kehadiran dan partisipasi aktifnya, kami sampaikan terima kasih. |
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 10 |
|
Latest News
Feed Entries
Agenda Terbaru
|